Cerita Foto: Wajah Lain Jakarta Bernama Cilincing

Aroma laut perkotaan menyambut kami saat memasuki kawasan Cilincing yang terletak di Jakarta Utara. Aroma yang familiar tercium saat berada di pinggir Pantai Losari, Makassar. Saya dan beberapa teman berkunjung untuk melihat Rumah Kerang Puteri Kasih, salah satu tempat yang menawarkan pendampingan pendidikan bagi anak-anak Cilincing.

Kami tidak hanya datang berkunjung tetapi ikut mengisi kelas selama satu sesi. Setelah itu bersama salah seorang pengurus Rumah Kerang, kami diajak berkeliling mengantarkan makanan pada lansia yang tinggal di kawasan Cilincing.

Kegiatan mengantarkan makanan ini menguras banyak emosi karena ini adalah pengalaman pertama menyaksikan kemiskinan di Jakarta. Kami bertemu lansia yang tinggal sendiri, lansia yang sakit-sakitan, ada juga yang sama sekali tidak punya keluarga. Mereka semua seumuran almarhuma nenek yang sudah meninggal.

Ucapan terima kasih keluar dari mulut mereka yang menerima rantang hantaran makanan. Jalannya tertatih-tatih mengambil wadah dan memindahkan isi rantang. Ruang seluas 2 x 3 meter menjadi tempat tinggal mereka. Saya hanya bisa mengabadikan kegitan ini dalam memori karena tak sanggup mengambil foto kondisi rumah/kontrakan mereka.

Selepas mengantar makanan kami diajak melihat para pekerja kerang hijau. Kawasan Cilincing memang dikenal sebagai penghasil kerang hijau atau serindet. Di lorong-lorong yang kami lalui sebelumnya memang sudah nampak beberapa ibu-ibu duduk di depan rumah sambil mengupas kerang.

Jika pernah memasuki pasar ikan di siang hari, mungkin begitulah menggambarkan aroma tempat yang kami datangi. Udara panas dan lalat yang mengerumuni bertumpuk-tumpuk kerang hijau menjadi pemandangan yang lazim di Cilincing.

Pekerjaan dibagi menjadi beberapa yaitu penyelam atau pengumpul kerang, pengangkut kerang, perebus kerang dan pengupas kerang. Tiga aktifitas pertama dilakukan oleh laki-laki sementara mengupas dikerjalan oleh perempuan dengan upah beberapa ribu rupiah per kilogram kerang yang sudah dikupas.

Tangan-tangan perempuan pengupas kerang ini lincah menghasilkan sebanyak mungkin kerang kupas. Tidak peduli lagi dengan cuaca yang terik ditambah asap kayu yang digunakan untuk merebus kerang. Sungguh bukan tempat yang nyaman untuk bekerja.

Beberapa Ibu ada juga yang membawa anak balita. Mereka ditidurkan pada ayunan yang terbuat dari sarung. Mau bagaimana lagi karena tidak ada pilihan pekerjaan lain yang bisa menghasilkan uang dengan gampang selain menjadi pengupas kerang.

Selamat Menikmati…


Leave a Reply