Mengapa (tidak) Ngeblog

“ini adalah blog ketiga yang kubuat. blog pertama dan keduaku telah hilang dimakan rayap karna terlalu apik tersimpan dilemari. InsyaAllah ini adalah blog terakhir yang kubuat. aku janji akan sering-sering mengunjungimu blog ku 🙂”

Kutipan di atas adalah tulisan pertama saya di blog ini. Satu paragraph, tidak kurang dan tidak lebih. Tulisan yang pertama kali diposting empat tahun lalu tepatnya Februari 2013  ini adalah untuk mengingatkan kembali bahwa saya pernah alay, hehehe sekarang masih sering sih 😀

Tujuan pertama saya ngeblog adalah sebagai media curhat alias diari digital. Dua blog sebelumnya menjadi saksi bisu beberapa curhatan saya yang tidak seberapa jumlahnya. Karena memang saat itu saya tidak berkomunitas, blog-blog ini terbengkalai kemudian saya hapus karena isinya yang bisa merusak citra saya. hahaha

Setelah berkenalan dengan dunia komunitas terutama komunitas Sobat LemINA, saya kembali mengisi blog ini dengan cerita kerelawanan yang kami lakukan. Harapannya sederhana, agar ada yang membaca tulisan tersebut dan tersentuh untuk ikut bergerak dalam dunia pendidikan dalam bentuk apapun. Kegiatan menulis di sobat lemina bertambah intens ketika diluncurkan program nulis blog sobat bagi relawan. Dikoordinir oleh Uchi, kegiatan ini memperluas pengetahuan mengenai dunia tulis menulis.

Selain di sobat lemina, saya juga tergabung di komunitas blogger makassar. Di komunitas inilah saya bertemu dengan banyak bloger papan atas yang menulis secara militan. Adanya komunitas yang mewadahi kegiatan bloger Makassar ini membuat jejaring pertemanan sesama bloger semakin meluas. Saya yang mulanya malu-malu menyebut diri sebagai bloger kemudian semakin sering mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas yang menebut dirinya Paccarita ini.

Namun ternyata tergabung di komunitas kepenulisan hanyalah faktor external yang mendukung semangat seseorang untuk menulis. Yang menjadi pendorong paling kuat adalah faktor internal, keinginan dari dalam diri serta motivasi yang kuat. Saya sendiri masih sulit istiqomah dalam mengisi blog meski cukup sering hadir dalam kegiatan Paccarita. Berbagai alasan bermunculan, misalnya ‘saya sibuk’ atau ‘saya tidak punya ide’ adalah alasan paling sering muncul.

Saya sering iri melihat beberapa bloger ‘berumur’ yang lebih produktif mengisi blog dibanding saya yang ‘baru’ seperempat abad ini. Mereka bisa menghasilkan tulisan reportase hanya dengan hitungan jam dan dilengkapi dengan infografis yang menarik. Tentu saja ini membutuhkan effort yang lebih dan tidak mampu saya lakukan. duh duuh. 

Saya juga sering beralasan tidak mengisi blog karena pekerjaan saya sebenarnya tidak terlalu jauh dari tulis menulis. Sebagai staf administrasi, saya cukup sering berurusan dengan tulisan seperti membuat surat, mengkonsep email, menulis laporan hingga membuat tulisan human interest story. Mungkin hal ini juga yang membuat saya memberikan alasan untuk tidak mengisi blog yang sudah saya berikan janji manis di awal tulisan ini.

Tulisan ini sebenarnya bagian dari tantangan #15harimenulis yang diprakarsai oleh beberapa teman bloger. Saya yang sempat ragu untuk ikut serta akhirnya bisa juga sampai pada tulisan hari ke delapan ini. Bukan apanya, saya baru saja memperpanjang domain dan hosting untuk blog yang biasa-biasa saja ini. Sayang memang jika sudah mengontrak rumah namun jarang dikunjungi atau bahkan dibiarkan kosong. Well, saya tidak mau berjanji lagi untuk rajin menulis. Saya hanya mau menulis 😀

Baca tulisan teman-teman saya yang lain yuuk :

1. https://sajakantigalau.wordpress.com/2017/06/17/apologi-hari-ketujuh/
2. http://www.acitrapratiwi.com/2017/06/tantangan-keabadian.html?m=1

Mengapa (tidak) Ngeblog

8 thoughts on “Mengapa (tidak) Ngeblog

  • 18 June, 2017 at 3:21 AM
    Permalink

    Alangkah lebih baik blognya di optimasi mba, atau bisa ikut ikut proyek atau kontrak tulisan sehingga ada pemasukkan juga, lumayan kan buat nutupin biaya perpanjangan domain dan hosting 😀

    Reply
    • 18 June, 2017 at 7:03 AM
      Permalink

      Iyaa,semoga ada yang melirik blog ini dan mengontrak saya untuk menulis hahahah
      Bayar biaya hosting dan domain lumayan juga 😢

      Reply
  • 18 June, 2017 at 2:58 PM
    Permalink

    jangan muluk dan meninggi dulu kalau soal nulis mah, yang penting mah nulis dan nulis ntar ge ketemu pasnya, kalau udah ketemu mah enak kesonohnya ge apanan mah

    Reply
    • 18 June, 2017 at 10:12 PM
      Permalink

      Terima kasih. hehehe, saya kadang kebanyakan mikir kalau mau nulis 😀

      Reply
  • 18 June, 2017 at 3:02 PM
    Permalink

    semangat. blogger pemula itu rata-rata kena sindrom: 1. punya banyak blog tapi tidak ada yang maksimal, 2. lupa password blog, 3. tidak punya karakter pada blog, 4. malas ikut kelas atau baca buku jurnalistik.

    header blog kurang artistik, mungkin bisa minta tolong ke teman buatkan desain.

    eh, blog ini empat tahun atau empat bulan? februari 2017? tapi diperpanjang. kalo empat bulan berarti memang baru, kalo empat tahun wah berarti bukan pemula. senior ini.

    Reply
    • 18 June, 2017 at 10:09 PM
      Permalink

      jiahhh, saya salah ketik kak. Harusnya 2013. Sudah kuedit ulang hehehe. Iyaa, saya sendiri masih kurang nyaman sama header blog ku. Ini masih nyari-nyari desain yang tepat 😀

      Reply
  • 18 June, 2017 at 3:07 PM
    Permalink

    Saya juga berpikir untuk membeli domain blog, tapi kadang masih kepikiran untuk kelak mengisinya dengan hal-hal yang jauh bermanfaat dan kalau sudah punya gaya tulisan yang pasti. Well, blognya kak Ifa keren kok. Semangat menulis kak (;

    Reply
    • 18 June, 2017 at 10:06 PM
      Permalink

      Terima kasih Ana. Saya masih terus berusaha menemukan nieche yang tepat. Untuk sementara, menulis lepas sangat melegakan.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *