Merawat Mimpi

Beberapa waktu lalu saat sedang merapikan barang-barang sisa pindahan yang masih menumpuk saya menemukan buku harian yang ditulis ketika masih sekolah. Ternyata saya pernah menulis beberapa mimpi saya kelak dan salah satunya adalah menulis buku. Mimpi ini mungkin sudah terwujud karena salah satu tulisan saya pernah masuk dalam antalogi buku berjudul ‘Makassar Menyala’ yang penyusunan bukunya diinisiasi oleh salah satu komunitas literasi di Makassar. Saya juga diberikan amanah untuk menjadi salah satu penulis dan penyusun buku berjudul ‘Cerita PHBS Dari Sekolah’ dan menjadi kontributor untuk beberapa gambarnya.

Meski demikian, keinginan untuk menulis buku karya sendiri masih saya simpan dalam-dalam dan belum berani saya wujudkan karena berbagai alasan. Saat ini saya sedang fokus mengejar mimpi lain, yaitu sekolah ke Australia melalui beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS). Jika lolos, proyek buku ini akan saya mulai namun jika tidak, tahun depan saya akan apply beasiswa lagi dan menunggu lagi. Katanya ini salah satu ikhtiar untuk menghabiskan jatah gagal.

Perihal sekolah ke luar negeri ini sudah sering kali saya ceritakan kepada kawan-kawan yang berada di sekitarku. Bahkan jika ditanya soal rencana selanjutnya, sekolah ke luar negeri adalah jawaban yang paling sering saya berikan dibanding ‘menunggu jodoh’. Saking sesumbarnya, setiap bertemu teman lama atau teman kuliah, biasanya yang mereka tanyakan adalah, “beasiswanya bagaimana?“. Saya hanya bisa tersenyum kecut.

Beasiswa AAS sendiri diperkenalkan oleh salah satu guru bahasa inggris saya di SMA. Cerita beliau tentang keluarganya yang mendapatkan beasiswa AAS membuat saya terus teringat hingga masa kuliah. Berbagai informasi saya kumpulkan hingga lulus kuliah. Saya juga mengikuti berbagai sesi informasi tentang universitas di Australia pada beberapa pameran pendidikan yang diadakan beberapa lembaga pendidikan di Makassar. Setelah semua usaha itu, selepas kuliah saya malah tenggelam dengan kesibukan pekerjaan. Tahun lalu saya sempat mengisi formulir pendaftaran tetapi tidak berhasil submit karena tidak mampu menyelesaikan essay sesuai tenggat waktu. Barulah tahun ini ini saya kembali memberanikan diri untuk memasukkan berkas dan memenuhi semua persyaratan beasiswa. Untuk selanjutnya, saya serahkan pada Allah sambil menikmati debar-debar menunggu pengumuman shortlisted. 

Selain beasiswa, saya masih punya beberapa mimpi. Diantaranya adalah menulis untuk majalah National Geographic (NatGeo) Traveler Indonesia. Keinginan ini muncul ketika beberapa kali membaca majalah ini dan jatuh cinta dengan penulisan serta foto-foto yang disajikan di setiap lembarannya. Karena begitu terobsesi dengan majalah NatGeo, ketika melihat promonye beberapa bulan lalu, tanpa pikir panjang saya segera berlangganan. Untuk itu, saya sudah bertekat sebelum masa berlangganan majalah ini berakhir, saya harus mengirim tulisan ke redaksi natgeo. Harus!

Dari semua mimpi-mimpi ini, yang paling sering saya ceritakan adalah mimpi bersekolah ke luar negeri. Sebenarnya tindakan saya ini hanyalah bagian dari sugesti untuk diri sendiri agar terus merawat mimpi dan berharap semesta mengaminkannya. Jika dihitung-hitung, saya telah menyimpan harapan ini selama hampir sewindu. Harusnya sudah usang dan memudar, tapi saya memilih merawatnya.

“Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”

Kalimat dari novel Edensor karya Andrea Hirata ini terus saya ingat. Seperti usaha-usaha Arai dan Ikal untuk berjuang meraih mimpi mereka. Saya juga tidak akan menyerah.

NB: Postingan ini ditulis  sebagai bagian dari tantangan #15harimenulis sembari terus merefresh email, menunggu pengumuman AAS.

 

 

Merawat Mimpi

4 thoughts on “Merawat Mimpi

    • 21 June, 2017 at 9:22 AM
      Permalink

      Terima kasih kak Adlien. Semangat juga untuk kuliahnya kak Adlien :”)

      Reply
  • 21 June, 2017 at 3:44 AM
    Permalink

    The power of dream banget ya kak 🙂
    Saya juga pernah nulis impian-impian saya, dan ternyata makin kesini makin kewujud semua 🙂

    Reply
    • 21 June, 2017 at 9:21 AM
      Permalink

      Iya kak. Sedang mengaplikasikan hukum tarik menarik 😀

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *