Mi Instant Yang Bersejarah

Siapa sangka mi instan sebagai salah satu makanan cepat saji paling populer yang selalu menjadi penyelamat di saat lapar ternyata memiliki sejarah panjang. Tersebutlah nama Momofuku Ando sebagai penemu pertama mi instan pertama di dunia. Pria asal jepang ini membuat mi instan dengan nama ‘instan cook, chicken ramen’ dengan cara menggoreng mi dalam minyak panas untuk mengurangi kadar airnya. Produk ini bisa dinikmati dengan cara diseduh dengan air mendidih.

chicken ramen

cup noddle

Mi instan pertama kali tersebar di Asia kemudian dilanjutkan di Amerika dan Eropa. Produk ini diterima secara global khususnya oleh negara-negara berkembang pada tahun 1990an. Hal ini disebabkan oleh naiknya pendapatan sehingga naik pula konsumsi pada negara-negara berkembang ini. Tidak heran jika annual global demand pada mi instan pada saat itu diperkirakan mencapai 15 milyar hingga mencapai 100 milyar pada tahun 2012. Pertumbuhan pesat ini disebabkan oleh lima prinsip dasar yang Momofuku Ando tetapkan dalam pengembangan makanan, yaitu affordability, convenience, safety and hygiene, long shelf life, dan palatability. Selain itu, ditunjukkan bahwa fleksibilitas mi instan memungkinkan mereka menyatu dengan bahan-bahan dalam masakan lokal dan rasa tradisional. Seiring dengan meningkatnya kesadaran kesehatan, banyak produsen meluncurkan mi instan dengan berbagai resep sehat: mi dengan serat makanan dan kolagen, mi rendah kalori, dan mi rendah sodium, dll.

Saya sendiri mulai mengenal mi instan sejak kecil. Merek yang paling tekenal saat itu adalah mega mie dan mi maggi. Kedua jenis mi instan ini berwarna kuning cerah dan sangat nikmat untuk dikonsumsi tanpa diseduh, alias ‘dimakan mentah’. Jangan ditiru ya hehehe. Konon hal ini tidak baik untuk kesehatan dan bisa menyebabkan otak buntu karena kandungan msg yang tinggi. Mi merek maggi sendiri mungkin kurang populer di Indonesia karena memang produk ini impor dari negeri jiran, Malaysia. Mi maggi bisa saya makan hanya jika ada TKW yang pulang kampung dan datang ke rumah membawa oleh-oleh asal Malaysia. Saya juga baru tahu kalau jenis mi maggie ini juga populer di malaysia sehingga saat menyebutkan mi instan, maka mereka akan mengatakan maggie. Persislah dengan orang indonesia yang menjuluki mi instan dengan indomie, yang merupakan merek mi instan.

maggie

Jika Mega mi dan mi Maggie punya sejarah untuk masa kecil saya, maka sejak menginjak usia dewasa dan jauh dari orang tua, indomie adalah merek paling juara. Varian rasa coto makassar, soto, dan mi goreng adalah beberapa favorit saya. Nah diantara tiga varian ini, saya memilih indomi soto sebagai juara utama. Bayangkan saja jika tengah malam kamu kelaparan dan ada indomie rasa soto yang bisa kamu seduh ditambah irisan cabe rawit. Maka nikmat tuhan mana yang kamu dustakan? 😀

Kepopuleran mi instan merek indomie ternyata tidak hanya di Indonesia tetapi juga hingga ke luar negeri. Beberapa kali saya menemukan youtuber yang luar yang mencoba indomie untuk pertama kali. Reaksi mereka mungkin agak lebay, tapi most of them bilang kalau indomie itu enak. Toss dah!

Beberapa sumber :

  • https://instantnoodles.org/en/noodles/index.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Mi_instan

Tulisan ini adalah bagian dari tantangan #15harimenulis dan tema kali ini adalah ‘mi indtan’. Baca tulisan teman-teman saya yang lain yuuk

1. http://matamatamakna.blogspot.co.id/2017/06/pagi-makan-indomie-malam-minum-promag.html?m=1
2. www.acitrapratiwi.com/2017/06/mie-instan.html?m=1
3. https://cecein.wordpress.com/2017/06/17/perihal-mi-instan/
4. https://mujahidzulfadli.wordpress.com/2017/06/17/mi-instan-dan-engkoh/
5. https://sajakantigalau.wordpress.com/2017/06/17/mi-instan-dan-bulan-terang/
6. http://adlienerz.com/cinta-di-semangkuk-mie-rebus/

Mi Instant Yang Bersejarah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *