PROSPER Untuk Sarana Sanitasi Sekolah yang Lebih baik

Masih ingat dengan kondisi WC kamu di sekolah dasar dulu? Kotor, bau, cuma ada dua bilik atau bahkan satu bilik, tidak ada sabun, dan gelap mungkin adalah mayoritas jawaban dari kita yang bersekolah di sekolah negeri. Amat jarang menemukan WC yang ‘ramah’ untuk anak kala itu. Saya ingat betul saat masih SD, saya harus mengajak beberapa teman jika ingin buang air kecil. Salah satu alasannya adalah saya takut sendiri dan memastikan tidak ada teman laki-laki yang usil dan kerap mengintip melalui lubang udara yang ada di dinding WC. Kejadian ini terjadi beberapa puluh tahun lalu di sebuah pelosok desa kecil di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Sekarang, kondisi sudah banyak berubah. Perhatian pemerintah dan berbagai pihak terhadap masalah sanitasi bisa dilihat dengan berbagai macam program, salah satunya program bernama Promoting a Suistanable and Food Secure World (PROSPER). Program ini merupakan kerjasama antara Cargill dan Care International Indonesia yang dilaksanakan di dua tempat yaitu Kota Makassar dan Kabupaten Serang, Banten.  Program yang dilaksanakan sejak tahun 2016 ini melalui beberapa macam kegiatan seperti pembangunan atau rehabilitasi sarana air bersih, sanitasi dan hygiene (WASH), peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat sera promosi makanan sehat.

Di kota Makassar, program PROSPER menyasar 10 sekolah dasar yaitu SD Negeri Bontojai, SD Negeri Baddoka, SD Inpres PAI I, SD Negeri Paccerakkang, SD Inpres Mangga Tiga, SD Inpres Pa’baeng-Baeng 1, SD Inpres Bontojai, SD Negeri Pagandongan, SD Inpres PAI 2 dan SD Kompleks Sambung Jawa. Pada masing-masing sekolah ini dibangun sarana sanitasi berupa WC, tempat cuci tangan, saluran air, septic tank dan penampungan air.

Sambutan oleh Mukri Muslimin, CARE WASH Specialist Makassar

Apakah cukup dengan hanya membangun saran sanitasi saja? Ternyata tidak. Pihak sekolah diharapkan mampu menjaga kelangsungan sarana sanitasi dengan tetap memperhatikan aspek pemeliharaan. Melalui program PROSPER, orang tua dan pihak sekolah bekerjasama melakukan pemeliharaan fasilitas melalui pembentukan Komite Sanitasi Sekolah yang beranggotakan orang tua siswa dan pihak sekolah.

Perubahan positif bisa dilihat pada tanggal 29 Maret 2018 lalu saat program PROSPER melaksanakan peresmian secara simbolis sarana sanitasi yang telah terbangun. Kegiatan yang dilaksananan di SDN Baddoka di Jalan Dg Ramang Makassar ini dihadiri oleh perwakilan 10 sekolah, pemerintah kota Makassar, Cargill Indonesia serta dari Care Indonesia.

Ketika tiba di lokasi kegiatan, dua anak laki-laki terlihat sedang berada di atas panggung. Mereka mengucapkan kalimat-kalimat dalam bahasa bugis yang biasa disebut ‘Aru‘ atau ‘Angngaru‘. Kegitan ini dulunya merupakan ritual sumpah setia prajurit kerjaan kepada Raja atau yang dipertuankan. Meski tidak sepenuhnya mengerti arti dari sumpah tersebut, aksi anak-anak ini menarik karena totalitas mereka dalam ‘Mangngaru‘.

Saya salah mengira bahwa kegiatan ini akan dipenuhi dengan kegiatan seremonial yang biasanya membosankan. Penampilan  perwakilan dari masing-masing sekolah sasaran program PROSPER menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih lagi mereka menampilkan berbagai kreatifitas tari, drama, senam dan stand up comedy yang mengundang gelak tawa.

Di sela-sela kegiatan, saya mencari-cari bangunan WC yang dibangun melalui program PROSPER  yang berada di SDN Baddoka. Setelah ditunjukkan oleh salah seorang staf CARE Makassar, saya melangkah menuju bangunan berwarna hijau yang terletak tidak jauh dari panggung acara. WC yang bersih, tempat cuci tangan, sabun dan lap tangan membuat saya iri karena waktu SD dulu, fasilitas sanitasi seperti ini tidak bisa terbayangkan. Tetapi saya bahagia karena semakin banyak program yang menyasar ke sanitasi sekolah dasar. Peran serta berbagai pihak disertai dengan kesadaran menjaga sarana sanitasi yang berkelanjutan tentu akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan anak-anak Indonesia. Seperti yang menjadi tujuan jangka panjang PROSPER Internatioanl, yaitu penurunan angka diare dan penyakit menular dari anak-anak siswa sekolah dasar, guru, orang tua dan masyarakat sekitar sekolah. Kita bisa sedikit bernafas lega, bahwa generasi-generasi emas Indonesia punya harapan untuk hidup sehat dan kelak berkontribusi pada kemajuan bangsa. Merdeka!

 

PROSPER Untuk Sarana Sanitasi Sekolah yang Lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *