Saya Bukan Pancasila

“Saya Indonesia, Saya Pancasila”

Kalimat itu cukup sering saya dapati beberapa minggu terakhir berseliweran di lini massa. Tidak heran karena bulan ini, tepatnya tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Tepat 72 tahun yang lalu, Bung Karno berpidato pada sidang pertama Badan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di Jakarta.Pidato Bung Karno pada sidang inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya pancasila sebagai dasar Negara.

Tema Pancasila kembali juga diangkat oleh kominfo pada acara Flash Blogging yang dilaksanakan di Hotel Clarion pada 16 Juni 2017. Kegiatan yang mengundang bloger ini menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan yaitu dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi, hingga pemateri dari tim komunikasi presiden.

Informasi mengenai kegiatan ini sudah beredar di kalangan bloger sejak seminggu sebelumnya. Saya sendiri sempat berpikir beberapa kali sebelum mengisi formulir pendaftaran. Waktu kegiatannya yang kurang ramah bagi para pekerja membuat saya ragu. Beruntung karena semua kegiatan hari ini dilancarkan dan saya bisa hadir tepat waktu.

DSCF8516

Melalui kegiatan kominfo ini para bloger disajikan dengan berbagai materi oleh narasumber yang mumpuni. Narasumber pertama misalnya materi dari Bapak Heri Santoso. Ketua pusat studi Pancasila di Universitas Gajah Mada ini memulai dengan mengiming-imingi peserta dengan hadiah uang. Peserta yang menghapal pancasila dan bisa mengungkapkannya dengan bahasa lokal daerah yang menjadi pemenangnya. Ternyata tantangan ini cukup sulit dan tidak ada yang mampu menyelesaikannya, meskipun salah satu bloger yaitu kak Aby sudah memberanikan diri untuk menjawab, tapi gagal menyelesaikan tantangan.

Beberapa kali Pak Heri mengungkapkan bahwa aktualisasi pancasila dalam berbudaya, bernegara, dan juga dalam beragama. Pria kelahiran Jogja 1 September ini menjelaskan betapa cerdasnya para bapak bangsa yang meramu Pancasila hingga bisa cocok dengan nilai-nilai luhur bangsa, sebagaiman disebutkan bahwa yang mendirikan negara ini adalah agamawan, budayawan dan juga negarawan.

DSCF8543

Pemateri selanjutnya adalah Pak Muhammad Galib, sekertaris umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan. Beliau banyak menjelaskan mengenai fatwa MUI yang baru-baru ini dikeluarkan. Fatwa mengenai media sosial yang banyak menuai komentar dari berbagai masyarakat. Guru besar tafsir UIN Alauddin Makassar ini juga menyampaikan fenomena yang terjadi di media sosial belakangan ini, “Kalau ada yang membawa berita, jangan langsung diposting, lakukan tabayyu, lakukan cek and ricek…” katanya. Beliau juga bercerita pengalamannya mendapat berita hoax tentang kematian ketua MUI Provinsi Sulawesi Selatan yang pernah terjadi.

DSCF8550

Pemateri terakhir adalah pak Andoko Data  dari tim komunikasi presiden yang menyampaikan berbagai upaya dan capaian presiden Jokowi yang telah mencapai 3 tahun pemerintahan.

Hal terakhir yang saya ingat adalah kalimat dari pak Heri yang menyatakan tak berani menyebut dirinya Pancasila karena besarnya konsekuensi dari kalimat tersebut. Menyebutkan diri Pancasila artinya semua tindakan harus mencerminkan nilai-nilai pancasila. Olehnya, kita adalah bagian dari pancasila.

 

 

Saya Bukan Pancasila
Tagged on:     

One thought on “Saya Bukan Pancasila

  • 16 June, 2017 at 5:25 PM
    Permalink

    diantara semua pemateri, yang paling kece malah pak handoko

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *