Serunya Adventure di Air Terjun Lacolla

Minggu pagi 10 Januari lalu adalah Minggu pagi yang biasa. Setelah subuh saya tertidur kembali. Maklum, gaya gravitasi tempat tidur mengalami peningkatan signifikan. Barulah beberapa jam kemudian saya terbangun, teringat kalau ada janji akan mengikuti trip yang dilaksanakan oleh komunitas Akkarena Soulventure Indonesia. Kami akan melakukan perjalanan menuju salah satu air terjun yang ada di kabupaten Maros. Namanya Air Terjun Lacolla.

Malu sekali rasanya saat sampai di titik temu dan semua peserta trip sudah berkumpul. Tidak apa-apa, saya bukan orang terakhir yang datang terlambat. Masih ada satu orang lagi yang ternyata jauh lebih ngaret. Mengetahui hal tersebut,
saya sedikit lega. Hehehe, perbuatan ini jangan ditiru yah.

Air terjun yang akan kami datangi terletak di Kecamatan Cenrana Baru, tepatnya di Dusun Malaka, Desa Rompegeding. Butuh waktu sekitar dua jam perjalanan untuk sampai di lokasi. Jalan berkelok-kelok, aspal kualitas rendah, beton hingga tanah campur bebatuan menjadi sahabat mobil yang kami tumpangi.
Karena medan yang cukup curam, kendaraan diparkir jauh dari air terjun. Butuh waktu 15 menit berjalan kaki dari tempat parkir mobil menuju air terjun Lacolla. Mengingat jalur hanya berupa jalan setapak, menggunakan sandal atau sepatu gunung merupakan pilihan tepat jika ingin ke tempat ini.

Sesampai di lokasi, ternyata sudah ada beberapa anggota trip yang sudah tiba sehari sebelumnya. Mereka membangun tenda dan memasang hammock bertingkat di sekitar tenda. Air terjun hanya berjarak beberapa meter dari lokasi tenda.

Setelah makan siang dan diberi arahan, anggota trip yang terdiri dari sekitar 30 orang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan menyusuri sungai dan dan berhenti di puncak air terjun. Kemudian dilanjutkan dengan aksi repling. Tiba di air terjun, kelompok pertama akan bertukar pelampung dan helm dengan kelompok kedua. Lalu di kelompok manakah saya berada? Dengan berat hati saya putuskan untuk tidak berbasah-basahan sehingga tidak masuk di kelompok manapun. Dalam trip kali ini saya mengabdikan diri sebagai juru foto. Meskipun pada akhirnya menyesal juga tidak mencoba repling yang entah kapan lagi diadakan.

Selain kelompok trip kami, banyak juga pengunjung lain yang berdatangan. Mereka didominasi anak muda yang datang berkelompok, ada yang datang bersama keluarga, ada juga yang datang berdua. Menikmati alam adalah urusan kedua, berfoto-foto adalah tujuan utama.

Meskipun pengunjung tergolong banyak, sejauh ini menikmati air terjun Lacolla masih gratis alias belum dipungut retribusi. Terlihat, memang belum ada usaha pemerintah atau warga setempat untuk mengelola air terjun Lacolla menjadi objek wisata.

Kesadaran pengunjung juga masih sangat minim untuk menjaga kebersihan. Bungkus permen, snack, plastik dan sampah minuman bisa dengan mudah dijumpai. Bersyukur sekali karena rombongan trip kami sudah sadar akan kebersihan. Semua sampah dimasukkan di trash bag hitam dan dibawa pulang. Memang harus bersusah-susah jika ingin alam ini bisa tetap dinikmati hingga beberapa generasi kedepan.


Jalan Setapak Menuju Air Terjun


Berfoto di Depan Air Terjun Lacolla
Rappeling Di Air Terjun Lacolla
Menyusuri Sungai
Berdoa Bersama Sebelum Pulang


Leave a Reply