Serunya Blogger Meet Up Bersama Hijup dan Softex Daun Sirih

Berapa banyak dari kita yang mau meluangkan waktu melihat komposisi dari pembalut? Mungkin sebahagian besar akan nemilih sekadarnya saja. Kalau pun tidak cocok dengan merek tertentu, akan memilih merek lain atau malah memilih tanpa memedulikan label dan mereknya. Begitu pula yang sebelumnya dilakukan oleh Ashry Rizqy Rabani, Influencer asal Kota Bandung yang menjadi salah satu pembicara pada kegiatan HIJUP blogger meet up Bersama softex daun sirih pada 8 Juni 2018 lalu di on20 Bar and Dining Sky Lounge Hotel Aston Makassar.

Sebagai perempuan dengan aktifitas yang banyak, selain menjaga kesehatan tubuh dengan rutin berolahraga, Ashry mengaku sangat perlu untuk memperhatikan kesehatan organ kewanitaan. Berbagai cara ia lakukan termasuk membawa banyak pakaian dalam agar bisa dengan gampang berganti dalaman saat kondisi lembab atau berkeringat.

Seperti keluhan perempuan pada umumnya, Ashry  juga mengalami keputihan terutama saat menjelang haid atau sesudah haid. Normalkah kondisi tersebut? Seperti apa harusnya perempuan menjaga kesehatan organ kewanitaanya?

Kehadiran Dr Bram Pradipta, SpOG pada temu blogger ini memberikan banyak menjelasan menarik yang sepertinya semuanya bisa jadi highlight. Penjelasan dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti membuat peserta yang hadir tampak menyimak dengan serius.

Masalah yang bisa muncul pada area kewanitaan

Dari pemaparan Dokter Bram disebutkan bahwa ada beberapa faktor resiko penyebab area kewanitaan tidak sehat dan terserang inveksi.  Diantaranya adalah seks bebas, penyakit tertentu seperti HIV, diabetes melitus, antibiotik yang tidak rasional, perubahan hormonal, merokok, konsumsi alkohol, stress dan obesitas. Akibatnya, daerah kewanitaan menjadi gatal dan nyeri, timbul bau tidak sedap.

Lalu keputihan normal dan tidak normal seperti apa sih? Menurut dokter Bram, hal ini bias diedintifikasi dengan melihat intensifitas jumlah keputihan, konsistensi dan warnanya. Keputihan normal biasa terjadi karena faktor hormonal seperti stres atau siklus haid. Sementara itu, keputihan tidak normal jumlahnya banyak dan bisa ditemukan setiap berganti dalaman. Konsistensinya juga biasanya menggumpal dan memiliki warna yang tidak bening seperti kekuningan, kehijauan, atau bahkan kemerahan disertai dengan gatal dan bau. Kata dokter Bram, bau dari keputihan ini juga beragam sesuai dengan penyebab infeksinya. Kalau baunya asam, maka penyebabnya adalah jamur. Kalau penyebabnya parasit, maka baunya akan seperti susu dan jika baunya amis maka penyebabnya adalah bakteri.

Adapun beberapa komplikasi yang muncul adalah inveksi semakin parah sehingga bisa timbul benjolan di vagina merupakan organ terluar dari daerah kewanitaan yang terhubung dengan Rahim. Masalah yang muncul di vagina bisa masuk dan mengakibatkan gangguan kesuburan karena rahim yang menjadi tidak kompeten dalam mempertahankan embrio yang menempel di dindingnya. Jika ada inveksi berkelanjutan, saluran telur bisa tersumbat. Kualitasnya juga bisa turun dan jumlahnya berkurang.

Cara Merawat Organ Kewanitaan

Pada dasarnya vagina adalah organ yang tidak steril, terdapat flora dengan jumlah sedikit dan yang normal adalah lactobacillus. Kalau sudah infeksi berarti sudah ada bakteri yang bukan flora normal yang melebihi  jumlah yang ada berada pada vagina yang sumbernya tidak hanya dari makanan tetapi juga dari lingkungan misalnya dari toilet dll.

 

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghindari inveksi mengerikan seperti yang disebutkan oleh Dr Bram? sangat penting untuk mengetahui cara merawat organ kewanitaan, diantaranya dengan mengeringkan vagina setelah buang air kecil. Hal ini bisa dilakukan dengan tissue atau handuk karena vagina merupakan tempat berkembangnya bakteri sehingga harus diusahakan selalu dalam kondisi kering. Saat membasuh vagina harus dilakukan dari depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak tersebar ke area kewanitaan.  menggunakan pembersih vagina dengan bahan alami. Jangan menggunakan cairan pembersih yang mengklaim bisa bikin wangi, rapet, karena bisa dipastikan ini menggunakan bahan kimia. Sebaiknya menggunakan bahan alami seperti rebusan daun sirih yang berfungsi sebagai antiseptic alami. tidak sembarangan menyentuh organ kewanitaan,basuh vagina sebelum dan sesudah bersenggama, kurangi alkohol dan mengurangi rokok.

Sementara itu untuk urusan pakaian, sebaiknya menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat, mengganti baju pasca olahraga, dan tips yang terakhir adalah tidur tanpa celana dalam karena hal ini bisa menurunkan tingkat kelembaban dan meningkatkan kenyamanan.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan lupa setiap tiga jam sekali harus ganti pembalut atau panty liners.

“wah, kalau saya ganti pembalut kalau perasaanku sudah tidak nyaman. Bahkan sering lupa ganti sampai sore hahaha,” seorang teman bercelotah. Masalah satu ini memang sering diabaikan oleh kaum wanita. Padahal pembalut yang lembab bisa menjadi sarang bakteri yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan organ reproduksi wanita.

Kapan harus ke dokter? Ketika terjadi perubahan warna, konsistensi dan jumlah dari keputihan, vagina memerah atau iritasi, perdarahan antar siklus haid dan sesudah berhubungan atau pasca menopause, dan timbulnya benjolan di vagina.

Kenapa harus memilih pembalut dan pantiliner yang aman?

Anastasia Erika, Brand Manager PT. Softex Indonesia memberikan penjelasan menarik tentang hal ini. Anastasia  menyebutkan bahwa asal mula dari Softex Daun Sirih adalah ketika Softex Indonesia melakukan research karena melihat produk pembalut dan pantiliners semua terlihat sama. Semuanya  mengklaim tidak bocor, tidak bergesar, tidur lebih nyenyak segala macam. Softex mencoba mencari apa permasalahan dari wanita Indonesia dan melakukan beberapa research. Hasilnya, keluhan paling banyak adalah tentang keputihan. Mulai dari yang tidak normal, infeksi dan hingga ada yang sampai meradang.

Menurut Anastasia, asal mula dari keputihan ini bisa panjang dan berasal dari kebiasaan kita seperti penggunaan pembalut dan pantiliner. Banyak wanita Indonesia yang bekerja dan memiliki aktifitas padat. Tetapi ternyata kesadaran untuk mengganti pembalut dan pantiliners masih kurang.  Banyak yang mengaku menggunakan pantiliners pagi hari dan baru menggantinya di sore hari. Habit ini terkesan kecil tetapi bisa menimbulkan penyakit cukup serius di kemudian hari.

Berangkat dari permasalahan ini, Softex mencoba mencari solusi dari masalah tersebut dan menemukan bahwa bakteri bisa dicegah dengan antiseptik daun sirih. Kandungan ini yang yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri pada pembalut dan pentiliners.

Tips Memilih Pembalut

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih pembalut berdasarkan kebutuhan. Kita tahu bahwa pembalut memiliki ukuran dan bentuk bermacam-macam. Ada yang memakai wings dan juga tanpa wings. Di malam hari tentu pembalut dengan ukuran panjang yang jadi pilihan. Namun tidak masalah jika ada beberapa yang merasa nyaman dengan pembalut pendek.

Tips selanjutnya adalah memilih pembalut yang kandungannya sudah teruji, memiliki sertifikasi dan ada label depkesnya. Jangan lupa pilih yang mengandung bahan-bahan alami. Pembalut yang mengandung parfum atau fragrance sudah pasti mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi.

Kalau memiliki kulit sensitiv, pilih yang sudah teruji klinis cocok untuk kulit sensitive. Karena efek penggunaan pembalut tidak instan dan bisa memberikan efek jangka panjang.

Softex daun sirih hadir untuk memberikan solusi bagi masalah kewanitaan dengan mencoba menghindari situasi lembab dengan kandungan antiseptik daun sirih yang akan menghambat pertumbuhan bakteri. Pembalut softex juga teruji menyerap dalam satu detik. Kondisi ini sangat baik agar permukaan pembalut kering. Tidak hanya itu, softex daun sirih juga teruji hypoalergenik, artinya tidak menimbulkan alergi bahkan untuk yang memiliki kulit sensitif

Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta yang hadir, mulai dari menjaga kebersihan organ kewanitaan sampai berbagai mitos seputar daerah kewanitaan.

Hasil belajar singkat foto flat lay bersama Shandy Geta

***

Oh iya, karena kegiatan ini disponsori oleh HIJUP, kalian bisa mendapatkan potongan harga Rp50.000 dengan minimum pembelanjaan Rp250.000  di HIJUP.com , Kode Voucher:  HIJUPSFTXMKS  masa berlaku kode voucher hingga 12 Agustus 2018.

6 Comment

  1. bebasin ngobrol sehat bareng blogger2 wanita kece
    untung bisa ketemu kak ifa akhirnya
    tp sayangnya ga sempat ngobrol banyak dii
    sekarang ka ifa udah di luar negeri bakal lama nunggu pulang
    semangat ka ifaaa semoga sukses sekolahnya

    1. arifayani says: Reply

      Thankss kaaak. Ketemu lagi tahun depan InsyaAllah 😀

  2. Ifaaa kemarin pas di acara ga sempat ngobrol banyak dan foto bareng ya, huhu..

    1. arifayani says: Reply

      InsyaAllah segera jumpa-jumpa lagi tahun depan ya kakk. Rindu dengan mamak-mamak blogger AM :*

  3. Hai kak ifa. Salam kenal. Seneng banget yh bisa ikut acara yang mengedukasi seperti ini.

    1. arifayani says: Reply

      Halo kak, salam kenal jugaa. Acaranya seru. Semoga bisa ketemu-ketemu lagi di acara blogger meetup lainnya 😉

Leave a Reply